2017, terimakasih atas…

Yay! Pukul 13.39 WIB di siang pertama 2018. Cuaca di luar cerah. Ku buka ketiga bingkai jendela yang ada agar udara segar dari pepohonan rindang di luar dapat masuk ke dalam kamar. Ku tarik gorden biru tua itu hingga menutupi seluruh jendela. Sempurna! Kali ini, aku ingin menuliskan satu dari sedikit hal yang menyita ruang …

Continue reading 2017, terimakasih atas…

Advertisements

Ada

Dan lagi, siklus berulang. Bahkan berkali-kali hanya dalam kurun waktu sebulan. Pada akhirnya, yang tersisa adalah yang benar-benar berniat untuk ada. Ya, sekadar ada. Karena nyatanya, keberadaan lebih bernilai dari benda-benda atau aksara, bukan? Aku baru menyadari itu sekarang. Hei, setidaknya aku menyadarinya walau telat. Maka jika kau memiliki satu, dua, atau banyak orang di …

Continue reading Ada

Teman

Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Tere Liye, Rindu Ketika ku sebut mereka teman, satu per satu mereka hilang. Layaknya sunyi dalam hiruk pikuk perkotaan, dengan berbagai alasan, aku merasa sendirian. Tanpa keberanian menyebut seorangpun sebagai teman. Asing. Asing bukan kepalang. Ajaibnya, dalam tiga tahun …

Continue reading Teman