Abu

Penasaran mengembara liar tak karuan. Berjuta tanya meronta menuntut jawaban. Ah, berulang-ulang seandainya yang kita ramu. Aku bosan berandai-andai, sejujurnya. Benakku lebih tertarik pada kesimpulan-kesimpulan abstrak tentang kita. Kau dan aku, tak henti berdarah meski tak pernah saling todongkan amarah. Masihkah suaraku menenangkan hatimu? Di sini, desir namamu melagu menggetarkan nadiku. Sering ku memikirkan pengakhiran. …

Continue reading Abu

Advertisements

Simpul

Aku tak pernah mengira masa SMA benar-benar segila ini. Aku tak pernah mengira bahwa semua yang sederhana, jika diakumulasi bakal serumit ini. Pun tak pernah kusangka bahwa angan dan kewajiban terpisah tak lebih dari jarak antar sisi yang berseberangan pada lubang jarum jahit saja. Belakangan, selama beribu detik yang menahanku dari membaca dan menulis, memaksaku …

Continue reading Simpul

Sisa Hari

Sejak kemarin, aku memutuskan untuk berhenti menghitung sisa hari menuju perpisahan sekolah. Aku sadar, waktu yang tersisa bukan untuk dihitung mundur. Apa gunanya ku hitung mundur? Toh, tak dapat dipercepat pun ditunda. Hari-hari ini untuk dibuat bernilai. Karena mahalnya lebih dari harga novel-novel di perpustakaan kecilku. Lihatlah, bahkan untuk membuat janji bertemu yang terakhir kali …

Continue reading Sisa Hari

Mereka

Kemarin, kau datangi mejaku Di sudut kelas dengan pencahayaan yang kurang Karena jujur saja, di luar hujan sedang riang Ku beri namaku Dan kisah tiga tahun dimulai Aku masih mereka-reka Sihir yang kau manterakan berupa apa? Satir, memaksa tangis menguap diembus tawa Menarik kesah melebur dijerat canda Jatuh dan tersungkur Kadang rapuhku menggeliat Aku tak …

Continue reading Mereka

Aku dan Hujan

Jadi, kemarin sore hujan. Tak dapat ku jelaskan betapa aku menyukai hujan. Seperti biasa, bagaimanapun suasana hatiku beranjak baik kala hujan turun. Hal ini membuatku memutuskan untuk mandi hujan tanpa berpikir panjang. Sepuas-puasnya! Dan... hari ini demam. Dari kisah cintaku dengan hujan, ku pahami bahwa tidak baik untuk berlebihan, termasuk dalam menyukai apapun semisal hujan. …

Continue reading Aku dan Hujan

Melawan Sugesti Negatif: Generasi Micin

Even your compliment sounds like an insult. Of course, words are the source of misunderstandings. *** Pernah mendengar istilah peradaban micin? Mungkin kalian akrab dengan postingan yang berbunyi seperti ini: Peduli dibilang caper. Sensitif dibilang baper. Perhatian dibilang modus. Susah emang punya empati di peradaban yang kebanyakan makan micin. Unknown Kali pertama membaca postingan di …

Continue reading Melawan Sugesti Negatif: Generasi Micin

Hari Antikorupsi Sedunia

Selamat Hari Antikorupsi Sedunia! Hari ini, 9 Desember, diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia. Momen Hari Antikorupsi Sedunia ini diperingati setiap tahun sejak PBB mengeluarkan Konvensi Anti Korupsi pada 31 Oktober 2003. Seberapa penting, sih, hari ini? Menurut gue, Hari Antikorupsi Sedunia cukup penting guna mengingatkan kita semua untuk tetap gencar memerangi korupsi. 'Kita' di sini …

Continue reading Hari Antikorupsi Sedunia

Membentuk Aku

SIAPA SIH, yang bahagia jika disebut labil? Meski terkadang kita memang labil, tapi rasanya cukup memalukan untuk dicap labil, kekanak-kanakan, moody-an, dan sejenisnya. Guru BK pernah bilang, masa SMA adalah masa-masa pencarian jati diri. Entah menjadi seorang pesimis atau optimis, seorang yang kuat atau lemah, seorang yang pemberani atau penakut, pada dasarnya... kitalah yang menentukan. Semua …

Continue reading Membentuk Aku