Sebentar

Untuk sebentar, kamu akan terpuruk dalam bertubi-tubi masalah dan kegagalan. Dan tanpa sengaja, di saat yang sama kamu menyakiti orang lain. Butuh penyemangat, namun justru dihakimi di waktu yang sama sekali tidak tepat. Untuk sebentar, kamu akan kecewa pada dirimu sendiri. Sebab kegagalan yang kamu produksi, atau sakit hati orang yang meski jelas tak kau …

Continue reading Sebentar

Advertisements

Nyanyian Maba

Ku kira Malam di Jogja pun riuhnya suasana Universitas Gadjah Mada, tak akan mampu memalingkan pikiranku dari indahnya masa SMA Ku kira Sahabat hanya terdefinisi di sana. Dan perkuliahan hanya sebatas gubug penuh ambisi, emosi, dan individualisme mahasiswa yang melukai Nyatanya, paradigmaku salah Ekspektasiku sekarang membuncah Geofisika... Membuatku jatuh cinta tiada hentinya Tugas yang menggunung …

Continue reading Nyanyian Maba

Tiga Minggu di Jogja

Ku habiskan kemarin sore dengan diam. Memang benar, jika marah maka aku memilih diam. Namun, aku sama sekali tidak sedang marah. Tiba-tiba saja seorang teman menghampiriku. "Kenapa sendirian begitu? Seperti orang bingung saja!" Ia tertawa. Aku gagap. Beberapa menit sebelumnya, entah apa yang sebenarnya terjadi. Kala itu, aku dan teman-teman tengah menonton konser di parkiran …

Continue reading Tiga Minggu di Jogja

Juni, 2016

Di sudut kota yang hening berkawan hujan Bulan Juni, ada sepenggal cerita umpama kopi terbaik buatan petani yang ketika disajikan, lupa menaruh gula. Kisah tentang dua manusia yang berdiri bersisian, dengan batas tak kasat mata tinggi menjulang. Kisah tentang pertemuan demi pertemuan menuju pembiasaan, sebelum perpisahan. Kisah tentang... Ah, bacalah catatan terakhirnya saja. Mungkin kelak …

Continue reading Juni, 2016

Mengapa

Mengapa kita terbiasa bertanya tanpa terlebih dahulu membaca? Mengapa kita terbiasa menghakimi apa-apa yang kita pikir kejahatan, tanpa mencari tahu sesuatu bernama alasan? Mengapa kita kerap menuntut dimengerti tanpa kerelaan untuk menjelaskan? Mengapa kita marah tanpa memberitahu bagian mana yang salah? Mengapa kita menuntut kejujuran lalu berontak saat kejujuran seseorang tak sesuai pengharapan? Ah, mengapa …

Continue reading Mengapa

Mereka

Kemarin, kau datangi mejaku Di sudut kelas dengan pencahayaan yang kurang Karena jujur saja, di luar hujan sedang riang Ku beri namaku Dan kisah tiga tahun dimulai Aku masih mereka-reka Sihir yang kau manterakan berupa apa? Satir, memaksa tangis menguap diembus tawa Menarik kesah melebur dijerat canda Jatuh dan tersungkur Kadang rapuhku menggeliat Aku tak …

Continue reading Mereka

Ambigu

Aku benci pada ambiguitas Aku benci saat seseorang membuatku berakhir pada dua hingga banyak spekulasi Aku benci untuk menimang-nimang, "Ini, atau itu?" Sederhana Aku ingin kau dan mereka to the point saja Entah hendak menggoreskan luka atau menanam perasaan cinta Tak peduli, sungguh ku tak peduli Aku hanya ingin kebenaran yang jelas Sejelas-jelasnya Tanpa kalau …

Continue reading Ambigu