Seperti Elang dan Pesawat

Seekor elang baru saja melintas di depan pandanganku. Bebas sekali, sepertinya. Tiba-tiba anganku kembali pada mimpi-mimpi kecil nan jujur yang pernah kucitakan. Ah, sekarang giliran sebuah pesawat yang gagah melintas dari arah berlawanan beratus meter di atas elang tadi. Sepertinya Tuhan hendak mengingatkanku tentang angan lepas yang pernah ku damba sekali. Seperti elang dan pesawat …

Continue reading Seperti Elang dan Pesawat

Advertisements

Nyanyian Maba

Ku kira Malam di Jogja pun riuhnya suasana Universitas Gadjah Mada, tak akan mampu memalingkan pikiranku dari indahnya masa SMA Ku kira Sahabat hanya terdefinisi di sana. Dan perkuliahan hanya sebatas gubug penuh ambisi, emosi, dan individualisme mahasiswa yang melukai Nyatanya, paradigmaku salah Ekspektasiku sekarang membuncah Geofisika... Membuatku jatuh cinta tiada hentinya Tugas yang menggunung …

Continue reading Nyanyian Maba

Tiga Minggu di Jogja

Ku habiskan kemarin sore dengan diam. Memang benar, jika marah maka aku memilih diam. Namun, aku sama sekali tidak sedang marah. Tiba-tiba saja seorang teman menghampiriku. "Kenapa sendirian begitu? Seperti orang bingung saja!" Ia tertawa. Aku gagap. Beberapa menit sebelumnya, entah apa yang sebenarnya terjadi. Kala itu, aku dan teman-teman tengah menonton konser di parkiran …

Continue reading Tiga Minggu di Jogja

Juni, 2016

Di sudut kota yang hening berkawan hujan Bulan Juni, ada sepenggal cerita umpama kopi terbaik buatan petani yang ketika disajikan, lupa menaruh gula. Kisah tentang dua manusia yang berdiri bersisian, dengan batas tak kasat mata tinggi menjulang. Kisah tentang pertemuan demi pertemuan menuju pembiasaan, sebelum perpisahan. Kisah tentang... Ah, bacalah catatan terakhirnya saja. Mungkin kelak …

Continue reading Juni, 2016

Abu

Penasaran mengembara liar tak karuan. Berjuta tanya meronta menuntut jawaban. Ah, berulang-ulang seandainya yang kita ramu. Aku bosan berandai-andai, sejujurnya. Benakku lebih tertarik pada kesimpulan-kesimpulan abstrak tentang kita. Kau dan aku, tak henti berdarah meski tak pernah saling todongkan amarah. Masihkah suaraku menenangkan hatimu? Di sini, desir namamu melagu menggetarkan nadiku. Sering ku memikirkan pengakhiran. …

Continue reading Abu

Mimpi Dua Belas Tahun

“Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu; jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian.” -Edensor, Andrea Hirata *** Waktu Sekolah Dasar, kelas empat atau lima, ada pembagian beasiswa dari sebuah lembaga tersohor. Beasiswa itu ditujukan untuk para siswa berprestasi di setiap sekolah di daerahku. Entah apa yang terjadi, yang ku tahu, aku sama sekali tidak …

Continue reading Mimpi Dua Belas Tahun