Abu

Penasaran mengembara liar tak karuan.
Berjuta tanya meronta menuntut jawaban.
Ah, berulang-ulang seandainya yang kita ramu.

Aku bosan berandai-andai, sejujurnya.
Benakku lebih tertarik pada kesimpulan-kesimpulan abstrak tentang kita.
Kau dan aku, tak henti berdarah meski tak pernah saling todongkan amarah.

Masihkah suaraku menenangkan hatimu?
Di sini, desir namamu melagu menggetarkan nadiku.

Sering ku memikirkan pengakhiran.
Tak acuh berapa kali kita saling memberi,
Akhir telenovela ini sangat enggan ku aminkan.
Lantas untuk apa kita bersama bila pilihan terbatas perpisahan jua?
Duhai, sampai kapan kita menyemai yang jelas-jelas tak kuasa berbunga?

Aku masih mencari paham.
Sayangnya, acap kali bermuara pada ketidakpengertian.
Hentikan langkahmu.
Hapus jejak-jejak itu.
Segini saja kau rasa nyeri.
Sisanya biar ku bersihkan sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s