Kenaikan Harga Rokok Demi Kesehatan Rakyat dan Penerimaan Negara

(2017)

Kepulan asap rokok telah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari lingkungan rumah, sekolah, hingga kantor pemerintahan, begitu mudah ditemui perokok aktif. Sayangnya, para perokok aktif kerap tak acuh terhadap hak-hak orang lain, seperti hak untuk hidup di lingkungan yang sehat dan terbebas dari asap rokok. Maka, sudah sepatutnyalah harga rokok mengalami kenaikan. Terlebih, kenaikan cukai rokok bisa menjadi surga devisa bagi negara.

Cukai yang termurah di dunia menjadikan Indonesia surga bagi industri rokok. Hal ini berimplikasi pada harga jual rokok yang sangat terjangkau bagi masyarakat, yakni sekitar Rp12.000,00 saja. Terlalu murahnya harga rokok dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di negeri ini.

Kerugian akibat rokok 3,7 kali lebih besar dibandingkan cukai yang diperoleh negara. Sebagai contoh, kerugian total akibat konsumsi rokok selama 2013 mencapi Rp378,75 triliun. Angka tersebut berasal dari hilangnya produktivitas akibat sakit, disabilitas, kematian prematur di usia muda, serta biaya berobat penyakit akibat paparan asap rokok. Kerugian tersebut jauh di atas cukai tembakau yang diperoleh negara yang hanya sebesar Rp103,02 triliun di tahun yang sama.

Dengan kerugian yang jauh melampaui keuntungan, pemerintah seharusnya bertindak tegas dengan menaikkan harga rokok. Naiknya harga rokok akan menurunkan pravalensi merokok di Indonesia.

Hasil penelitian pihak Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyebutkan bahwa perokok aktif berkomitmen untuk berhenti merokok jika harga rokok naik hingga Rp50.000,00. Dengan berhenti merokok, persentase masyarakat yang mengalami penyakit akibat merokok akan menurun, terlebih apabila disertai dengan pembiasan pola hidup sehat. Selain itu, para perokok pasif akan turut menikmati keuntungan dari berhenti merokoknya para perokok aktif, yakni udara di lingkungan akan lebih sehat dan terbebas dari cemaran asap rokok yang kaya racun bagi tubuh manusia.

Selain menekan laju konsumsi rokok, harga rokok juga mampu menambah penerimaan kas negara. Denga menerapkan biaya pajak yang sangat tinggi terhadap produsen rokok, akan membuat penerimaan APBN semakin meningkat. Walaupun diperkirakan jumlah perokok dan penerimaan pemerintah dari sektor rokok akan berkurang, namun bisa ditanggulangi dengan menarik pajak yang tinggi.

Kebijakan untuk menaikkan harga rokok memang pilihan yang tepat. Melalui kebijakan tersebut, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penerimaan negara dapat terwujud. Jadi, menaikkan harga rokok justru memberikan keuntungan bagi Bangsa Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s