Hari Antikorupsi Sedunia

Selamat Hari Antikorupsi Sedunia!

Hari ini, 9 Desember, diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia. Momen Hari Antikorupsi Sedunia ini diperingati setiap tahun sejak PBB mengeluarkan Konvensi Anti Korupsi pada 31 Oktober 2003.

Seberapa penting, sih, hari ini?

Menurut gue, Hari Antikorupsi Sedunia cukup penting guna mengingatkan kita semua untuk tetap gencar memerangi korupsi. ‘Kita’ di sini adalah para penegak hukum, para pemimpin negeri, para tetua adat, para mahasiswa, para politikus, dan seluruh lapisan masyarakat termasuk remaja a.k.a calon penerus bangsa.

Untuk para calon penerus bangsa dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, gue sangat yakin kalau kalian semua juga jengah melihat berita korupsi yang seperti enggak ada habisnya. Kalian semua pasti marah mengetahui para koruptor hidup bergelimang harta yang seharusnya dimanfaatkan untuk hajat hidup orang banyak. Kalian juga pasti menahan diri untuk tidak menangis saat mendengar para koruptor memakan uang rakyat tanpa rasa penyesalan sama sekali. Sama sekali….

Coba perhatikan postingan yang terbit di Media Sosial Line berikut:

line_p2016129_135206

Bagaimana komentar kalian? Miriskah, menyaksikan integritas kalah melawan popularitas? Malukah, mengetahui para siswa, yang sebentar lagi menjadi pemimpin di negeri ini begitu lemah mentalnya?

Kita semua tahu, hanya dengan menyontek, kita sudah melakukan tindakan korupsi. Mendapatkan sesuatu (baca: nilai tinggi) yang bukan hak kita dan juga merugikan orang lain (baca: mereka yang belajar mati-matian dan jujur).

Namun, sejenak gue berpikir. Bagaimana bisa seseorang mengkritik para koruptor saat diri mereka sendiri menyontek ketika ujian di sekolah?

Oke, oke. Gue enggak seratus persen menyalahkan mereka yang menyontek. Gue juga tahu, sekecil apapun itu, orang dewasa juga punya andil kesalahan di sini. Seperti guru, menurut gue salah jika beliau enggak menegur siswa yang menyontek ketika ujian, apalagi banyak dari pelaku menyontek yang caranya kentara sekali. Nyaris enggak mungkin guru enggak melihat tindakan mereka. Ketahuilah, dan mungkin kalian semua juga pernah berteriak dalam hati seperti yang gue dan teman-teman lakukan saat ujian berlangsung, “Pak/Bu, lihatlah ke arah saya! Tolong, tegurlah!” Dan yang namanya berteriak dalam hati, sia-sia. 

Tetapi, teman-teman, apapun alasannya, kita tetap enggak dibenarkan untuk menyontek. Bayangkan saja, bagaimana perasaan Bapak Bangsa Indonesia (The Founding Fathers) saat mengetahui sepuluh dua puluh tahun lagi mereka akan menyerahkan amanah memimpin tanah tumpah darah ini kepada generasi yang sedari muda saja sudah pandai korupsi?

Gue menulis tentang betapa buruknya perilaku menyontek di sekolah bukan berarti gue enggak pernah menyontek. I admit that I’ve ever cheated. Tetapi, poinnya bukan pernah enggak pernah. Yang ingin gue tegaskan adalah, mari, bersama-sama berhenti melakukannya sekarang juga. Mari, bersama-sama mempersiapkan diri menjadi penerus bangsa yang terhormat. Ter-hor-mat.

Sekali lagi, Happy Internasional Day Against Corruption!
Semoga kita adalah generasi yang mampu memutus budaya korupsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s