Membentuk Aku

SIAPA SIH, yang bahagia jika disebut labil?

Meski terkadang kita memang labil, tapi rasanya cukup memalukan untuk dicap labil, kekanak-kanakan, moody-an, dan sejenisnya.

Guru BK pernah bilang, masa SMA adalah masa-masa pencarian jati diri. Entah menjadi seorang pesimis atau optimis, seorang yang kuat atau lemah, seorang yang pemberani atau penakut, pada dasarnya… kitalah yang menentukan. Semua ‘aku’ di masa depan adalah ‘aku’ yang dilatih di masa sekarang.

Tanpa disadari, kebiasaan kita yang sinis, mudah marah, mudah mengeluh, dan lainnya, akan terbawa terus hingga kita dewasa. Atau mungkin hingga kita kakek-nenek, kalau tidak diperbaiki sedari dini…

Jadi, bagaimana cara menyiasatinya?

Mudah banget. Berikut beberapa tips buat mulai meminimalisir kebiasaan buruk (setidaknya menutupinya :b!)

  1. Menulis status galau dengan bahasa asing
    Yang perlu diperhatikan adalah, tulisan tersebut haruslah lirik lagu  terjemahan sendiri. Aku pernah membaca artikel di suatu tempat (lupa, nih) bahwa marah dengan bahasa asing akan membuat kalimat yang kita lontarkan lebih rasional. Selain itu, menulis status galau dengan menerjemahkan sendiri kalimatnya bisa meningkatkan skill bahasa asing kita, wohoo!
  2. Tambahkan emotikon tertawa setiap menulis status galau
    Ini bisa menutupi kenyataan bahwa sebenarnya kamu sedang sedih.
  3. Say no to temen-yang-hobi-mengeluh-dan-marah
    Well, bukan maksudku memberi saran buat menjauh dari temen sendiri… Tetapi, karena nyatanya sebagian orang gampang banget terpengaruh kalau ada temen yang mengeluh. Jadi, carilah cara agar kamu bisa dikelilingi sama hal-hal positif saja. Setidaknya, lebih banyak hal positif dibandingkan negatif. Seperti saat ada temen sedang mengeluh, pindahlah posisi duduk atau sibukkan diri dengan kegiatan lain.
  4. Diam
    Dari pada mengeluh atau marah seharian dan membuat bad mood orang-orang di sekitar, akan lebih baik untuk diam. Dengan diam, energi bakal tetap ada, tidak terbuang percuma karena marah-marah. Tetapi, ingat. Diam memang emas, namun jika berbicara adalah mutiara maka bicaralah!

PSSSTTT. Semua tips di atas berdasarkan pengalaman pribadi dan terbukti ampuh mengontrol emosi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Be ready to be awesome, fellas!! 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s